Website Rakyat Bersuara

Badan Eksekutif Mahasiswa Institut PTIQ Jakarta tidak memiliki integritas

09:32 WIB demisoner BEM Institut PTIQ Jakarta memberikan seruan kepada seluruh mahasiswa untuk melakukan Aksi bersama. Melalui pamflet yang tersebar di media sosial mereka menyerukan; (Seruan Aksi) Depan Gedung DPR RI (Indonesia Darurat Demokrasi) “Menolak RUU KPK & RUU KUHP”. (23/09/19)

Tidak lama kemudian, di hari yang sama mantan Ketua BEM Institut PTIQ Jakarta membuat keputusan bahwa “Aksi Turun Ke jalan mengatasnamakan BEM di batalkan, Dirubah menjadi aksi solidaritas mahasiswa PTIQ #yangmauaja.”

Hal ini menunjukkan secara jelas, bahwa BEM Institut PTIQ Jakarta mempunyai sifat labil dan tidak memiliki integritas terhadap keputusan yang telah diinstruksikannya.

Efek tersebut membuat mahasiswa dan mahasiswi yang berada di titik kumpul aksi kebingungan atas apa yang dilakukan BEM Institut PTIQ Jakarta atas instruksinya. Dan ini adalah hal yang harus di bayar mahal oleh BEM Institut PTIQ Jakarta, yaitu kebijakan keputusan yang telah di ambil.

Pengertian kata demisioner
Di dalam sebuah organisasi kita sering menjumpai kata demisoner. Arti demisoner juga dapat disebutkan dimana seseorang yang sebelumnya memiliki kekuasaan telah mengembalikan tugas kepada pihak lain, namun masih memiliki rutinitas seperti biasanya, memberikan arahan, pembinaan dan masukan, sampai menunggu orang lain menggantikan posisinya.

Intergritas adalah hal yang sangat penting dalam sebuah kepengurusan dalam mengambil sebuah keputusan. Dalam hal ini Kepengurusan BEM Institu PTIQ Jakarta adalah lembaga eksekutif tertinggi di Perguruan Tinggi. Maka, Selayaknya ada sebuah Konfrensi Pers ‘permintaan maaf’ oleh Ketua BEM Institut PTIQ Jakarta kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi Institut PTIQ Jakarta.

Penulis : Ahmad Maulana Fazri (Mahasiswa Institut PTIQ Jakarta).

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed