Website Rakyat Bersuara

Jakbee Hackathon 2019 Tidak Profesionalitas Dalam Mengadakan Perlombaan

Rakyatbersuara.com- BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi DKI Jakarta mengadakan lomba Jakbee hackathon dengan mengusungkan tema “soulve our urban and social problem” di wisma wiladatika, cibubur pada 5-6 Desember 2019.

Tak disangka, acara perlombaan yang digelar dan sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta technopreneur terpilih terindikasi mengalami kecurangan. Awalnya perlombaan ini diikuti oleh 60 peserta, kemudian diseleksi menjadi 25 team

Kegiatan perlombaan diikuti oleh 60 tim dan diseleksi menjadi 25 tim untuk menjadi tim seleksi awal. Selama kami mengikuti rangkaian acara Jakbee banyak sekali terjadi acara yang tidak jelas,

“Saya sendiri merasakan panitia dan baznas sangat tidak professional. Mulai dari tak ada quality control yang jelas, penentuan demand factor yang tidak terukur, sedikitnya informasi, dan lain2 banyak sekali lah.” Kata seorang peserta dalam komentar grup WhatsApp ‘Top 25 Jakbee Hackathon’.

Pun dari tim OHA mereka mengungkapkan, “acara ini tidak jelas, banyak sekali sindikasi kecurangan selama perlombaan. Tidak adanya ToR, dan tidak adanya kesesuaian lomba dengan definisi hackathon.”

Secara definisi, Hackathon adalah saat berkumpulnya programmer, project manager, ict researcher/enthusiast untuk membangun aplikasi (hacking). Pembuatan aplikasi ini dilakukan dengan sangat singkat 1X24 jam alias marathon. Sehingga kalau disambungkan hacking + marathon muncul istilah hackathon.

Sindikasi kasus kecurangan yang lain pada perlombaan Jakbee Hackathon terjadi karena proyek yang dilombakan sudah pernah dilombakan di luar negeri dan aplikasinya sudah berjalan selama satu tahun. Salah satunya tim ‘Matrash’ amikom yang aplikasinya sudah berjalan sebelum perlombaan dimulai. Kacaunya, salah satu produk manajer dari tim ‘Matrash’ menjadi salah satu panitia pada perlombaan kali ini. Dan tentu ini keluar dari ketentuan peraturan lomba yang diselenggarakan dari Jakbee Hackathon oleh penyelenggara event organizer Credeva, yang mana perlombaan tidak adanya transparansi keterangan peraturan lomba dan adanya rahasia team peserta untuk maju seleksi ke 16 besar.

Sungguh ironi peserta yang merasa ditipu oleh panitia Jakbee Hackathon- Credeva yang di bawah naungan BAZNAS-BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Peserta yang tidak masuk ke lolos team 16 besar tidak mendapatkan perhatian atas kinerja team yang selama mengikuti alur perlombaan Jakbee Hackathon. Seperti hal layak lainnya perlombaan semestinya peserta mendapatkan sertifikat perlombaan dan harapan peserta mendapatkan uang transport untuk perjalanan pulang. Kami merasa dikecewakan dan merasa ditipu dengan event acara ini.

panitia jakbee Hackhaton 2019
panitia jakbee Hackhaton 2019

Dengan dana yang dikeluarkan pada acara perlombaan ini sebesar 250jt tentu ini tidak berpengaruh terhadap runtutan agenda perlombaan Jakbee Hackathon. Untuk kemudian hari digunakan untuk kepentingan umat. Slogan yang kami ikuti pada acara ini yaitu untuk umat untuk Indonesia. Nyatanya diluar ekspetasi peserta perlombaan karena terjadinya sindikasi kecurangan politik orang dalam. Apakah ini yang dinamakan perlombaan Piala Guberner DKI dan piala Walikota.tidak adanya profesionalitas panitia dalam mengadakan agenda perlombaan Jakbee Hackhaton 2019.  

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed