PROYEK Rp 975 JUTA TAMAN GOR MOROWALI DIAMBANG BATAS WAKTU, PROGRES MASIH TAHAP PONDASI DAN SLOOF!

Morowali, rakyatbersuara.com — Proyek Pembangunan Fasilitas Taman GOR / Lapangan Basket di Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, kini menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan langsung media ini di lapangan, progres pekerjaan dinilai masih jauh dari kata rampung, padahal masa kontrak sudah berjalan lebih dari separuh waktu.

Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 ini tercantum dalam papan proyek dengan pekerjaan Pembangunan Fasilitas Taman GOR / Lapangan Basket, nomor kontrak 640/29/KONT/PUPR/CK-TDR/VIII/2026, tanggal kontrak 14 Agustus 2026, lokasi di Kecamatan Bungku Tengah, nilai kontrak Rp. 975.687.020, waktu pelaksanaan 120 Hari Kalender, pelaksana CV. Karya Permata Agung, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Morowali.

Jika dihitung dari tanggal kontrak 14 Agustus 2026, maka masa pelaksanaan 120 hari kalender akan berakhir sekitar 12 Desember 2026. Artinya, sisa waktu pengerjaan tinggal sekitar satu bulan lebih.

Namun berdasarkan pantauan media ini di lapangan, kondisi pekerjaan masih terlihat pada tahap pondasi dan balok sloof bawah. Di lokasi, terlihat pasangan batu pondasi dan balok sloof bawah yang sudah dicor, timbunan material, dan satu unit alat berat jenis excavator yang masih beroperasi serta beberapa pekerja yang masih beraktivitas di area pembangunan yang berada tepat di samping Gedung GOR Morowali.

Belum terlihat bangunan taman maupun lapangan basket yang sudah berbentuk secara utuh. Kondisi tanah di lokasi juga masih berupa hamparan tanah galian dan material timbunan yang belum tertata.

Dari pantauan di lapangan Kamis 05 Nopember 2026, ditemukan dugaan tidak diterapkannya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan papan informasi proyek yang tidak terpasang sesuai standar, serta progres yang dinilai belum sebanding dengan sisa waktu kontrak. Di lokasi, pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri seperti helm dan rompi safety, tidak terlihat adanya pagar pengaman maupun rambu-rambu K3 di area galian, sementara papan proyek terpasang menempel pada sebatang pohon di lokasi. Meski memuat informasi dasar proyek, cara pemasangannya dinilai kurang mencerminkan keseriusan dalam hal keterbukaan informasi publik dan keselamatan kerja di area proyek.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Dengan nilai kontrak yang mencapai hampir Rp 1 miliar, apakah proyek ini akan mampu diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran?

Padahal proyek ini diharapkan menjadi fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya pemuda dan pecinta olahraga basket di Kabupaten Morowali. Taman GOR yang tertata dan lapangan basket yang layak tentu menjadi harapan besar bagi warga Bungku Tengah dan sekitarnya.

Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Morowali, Alkaf, S.T., melalui via chat WhatsApp pribadinya terkait progres fisik riil proyek, kendala di lapangan, serta jaminan penyelesaian tepat waktu, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban. Namun centang ceklis terlihat dua garis.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Konsultan Pengawas, serta pihak pelaksana CV. Karya Permata Agung masih dalam upaya konfirmasi.

Media ini akan terus memantau perkembangan proyek tersebut dan membuka ruang hak jawab kepada semua pihak terkait sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

 

(Redaksi/ Whatsapp: 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250