Morowali, rakyatbersuara.com — Setelah pemberitaan media ini terkait lambatnya progres proyek Pembangunan Fasilitas Taman GOR / Lapangan Basket di Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, pihak pelaksana akhirnya memberikan klarifikasi. Klarifikasi disampaikan langsung oleh Azhar, yang mengaku sebagai pemenang tender yang menggunakan bendera CV. Karya Permata Agung selaku pelaksana proyek senilai Rp. 975.687.020 tersebut.
Azhar membantah jika pihaknya disebut sengaja menunda pekerjaan. Menurutnya, keterlambatan yang terjadi bukan berasal dari pihaknya, melainkan karena adanya kendala administrasi dan teknis dari pihak dinas. Dalam klarifikasinya kepada media ini, Kamis (05/11/2026). Azhar mengaku setelah kontrak ditandatangani pada 14 Agustus 2026, pihaknya sudah melakukan mobilisasi. “Satu minggu setelah kontrak, tukang dari Jawa sudah saya datangkan. Tukang khusus ahli bikin lapangan. Saya sudah siap gas full,” ujar Azhar.
Namun menurutnya, pekerjaan tidak bisa langsung dieksekusi karena kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang akan ditandatangani Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum selesai. Akibatnya, tukang yang sudah didatangkan tersebut selama lebih dari satu bulan hanya digaji dan diberi makan tanpa bisa bekerja secara maksimal. Azhar mengaku pihaknya merasa dirugikan atas kondisi tersebut.
Azhar mengaku atas inisiatifnya sendiri, ia menemui Kepala Dinas PUPR untuk meminta arahan. Setelah itu, ia mengaku mendapat arahan lewat telepon untuk silakan eksekusi, dan baru pada bulan Oktober 2026 pekerjaan mulai berjalan. “Kontrak sudah dua bulan per satu minggu dengan hari ini. Oktober saya gelisah,” kata Azhar. Pengakuan tersebut sejalan dengan hasil pantauan media ini di lapangan pada awal November 2026, yang menemukan pekerjaan baru pada tahap pasangan batu pondasi dan balok sloof bawah yang sudah dicor.
Terkait temuan media ini soal pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), Azhar tidak membantah. Ia mengaku APD sebenarnya tersedia dan ada dokumentasi fotonya. Namun menurutnya, setelah pekerjaan sloof berjalan, pekerja melepas APD karena alasan kepanasan.
“Kesalahannya itu orang-orang ada semua APD itu ada semua. Masih ada foto-fotonya. Yang pertama saya dorong pakai itu setelah jalan sloof. Sudah tidak pakai APD nih. Kepanasan nih.,” ujar Azhar.
(Redaksi


