MOROWALI – Kehilangan barang di RSUD Morowali kembali terjadi. Kali ini giliran keluarga pasien di Lorong Tulip yang menjadi korban. Dua unit HP dan satu power bank dengan total kerugian sekitar Rp10 juta raib pada Senin, 6 Juli 2026.
Korban, Suharti, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Morowali. Laporan itu tercatat dengan nomor STPLP/068/VII/2026/Reskrim dan diterima pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 14.17 WITA oleh Bripda Mustakim Lakatoda dari Satreskrim Polres Morowali.
“Pelaku tidak hanya mengambil HP. HP anak saya dipakai untuk WhatsApp semua kontak, seolah-olah minta pinjam uang. Nama anak saya jadi jelek,” ujar Suharti, Jumat (24/07/2026)
Suharti menyebut kejadian ini bukan yang pertama. Hampir semua keluarga pasien di RSUD Morowali pernah mengalami hal serupa. Titik lemahnya ada di pengawasan CCTV.
“CCTV yang ada hanya mengarah ke ruang perawat. Lorong kamar pasien tidak terpantau,” katanya.
Barang yang hilang meliputi satu HP Oppo A70 milik anaknya, satu HP Vivo milik suami anaknya, dan satu power bank.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Bripda Mustakim Lakatoda yang menerima laporan mengarahkan agar konfirmasi disampaikan langsung ke bagian Reskrim. “Boleh konfirmasi langsung ke Reskrim Pak, soalnya saya sudah tidak di Reskrim,” ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Morowali AKP Wawan Kurnadi belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.
Suharti berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami hanya minta kepastian dan kepuasan masyarakat,” ucapnya.
Kasus ini dinilai tidak hanya pencurian, tapi juga berpotensi penyalahgunaan data elektronik karena HP korban digunakan untuk menipu.
( Yohanes)


