MOROWALI – Musyawarah Asosiasi Jasa Pertambangan (AJP) Kabupaten Morowali menjadi momentum konsolidasi pengusaha lokal untuk memperkuat persatuan dan kerja sama demi kemajuan dan kesejahteraan bersama di Bumi Tepe Asa Moroso.
Dalam forum tersebut, H. Ahmad Hakim yang juga Anggota DPRD Kabupaten Morowali juga selaku inisiator asosiasi, menegaskan pentingnya melahirkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang benar-benar bermanfaat bagi seluruh anggota.
Ia menekankan, musyawarah tidak boleh hanya formalitas, tetapi harus menghasilkan keputusan-keputusan bijaksana yang disepakati bersama melalui diskusi terbuka tentang aturan main organisasi ke depan.
“Ini merupakan kepentingan untuk persatuan, memperkuat serta membangun kerja sama sesama, baik antara pengusaha lokal dan kemajuan serta kesejahteraan bersama di Kabupaten Morowali,” ujar Ahmad Hakim saat diberi kesempatan berbicara, Selasa (22/10).
Menurutnya, seluruh aturan yang akan dijalankan Asosiasi AJP Morowali harus dirumuskan bersama dan dituangkan secara jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Jadi nanti kita ada debat diskusi tentang aturan apa yang akan kita laksanakan nanti tentang AJP, Asosiasi AJP. Teman-teman yang lain yang punya pendapat, berapa orang itu silakan masukkan nanti. Itu kita masukkan nanti di AD/ART kita,” tegasnya.
Poin paling menarik yang ia sampaikan adalah soal budaya kritik di dalam organisasi. Ahmad Hakim secara terbuka meminta agar pengurus ke depan tidak anti-kritik. Baginya, semakin banyak pikiran sehat yang masuk, semakin bagus kualitas organisasi.
“Dan apa yang kami sampaikan diharapkan sudah benar, kalau bisa dikritik. Karena kenapa? Semakin banyak pikiran-pikiran yang sehat, yang baik, semakin bagus organisasi itu,” katanya.
“Jadi organisasi nanti ketika terpilih nanti, teman-teman pengurus tidak mau dikritik. Saya harap kritikan itu adalah momentum kita, biar kita semakin dewasa dalam berusaha,” pungkas Anggota DPRD Morowali itu.
Musyawarah tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya AJP Morowali yang profesional, transparan, dan menjadi wadah perjuangan pengusaha jasa pertambangan lokal agar semakin berdaya saing.
(Yohanes)


