Example 728x250

Aliansi Mahasiswa Kecamatan Bungku Timur, Unjuk Rasa di Depan Kantor PT VALE dan Lakukan Penutupun Jalan Houling

Sulawesi Tengah- rakyatbersuara.com- Aliansi Mahasiswa Kecamatan Bungku Timur Bersatu (AMT-B) lakukan aksi unjuk rasa, di kantor PT. VALE dan PT.PETROSEA, Mulai pukul 14.00 Wita sampai 17.51 Wita, aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan dan desakan terhadap PT.Vale Indonesia Tbk dan PT.Petrosea. Aksi ini merupakan reaksi terhadap berbagai persoalan sosial, Lingkungan, ekonomi, dan pendidikan yang muncul akibat aktivitas pertambangan yang tidak merata dan tidak berpihak kepada masyarakat lokal.

PT Vale, salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia, telah menjalankan operasionalnya di Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, sejak tiga tahun terakhir. aktivitas memasuki tahap konstruksi hampir selesai, kini menuju kegiatan penambangan (mining) yang akan dilaksanakan oleh PT.Petrosea sebagai kontraktor utama.

Amrin sebagai Jendral Lapangan (jendlap) menyampaikan hingga saat ini, kedua perusahaan tersebut dinilai belum menunjukkan komitmen yang nyata dalam memberdayakan masyarakat di wilayah lingkar tambang yang mencakup 13 Desa. dalam dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), PT Vale telah membahas komposisi tenaga kerja dengan rasio 70% tenaga kerja lokal dan 30% non-lokal. Namun fakta di lapangan berbanding terbalik, dari harapan semua masyarakat.

“Kami menduga adanya strategi sistematis untuk membatasi ruang kerja masyarkat lokal dan ini sejalan dengan apa yang dilakukan PT.VALE dan PT.PETROSEA, pemberdayaan yang dilakukan itu terjadi secara sektoral”

Amrin Juga menambahkan jika kehadiran PT.PETROSEA, untuk melakukan aktivitas pertambangan selama kurang lebih sepuluh tahun dan tidak memberikan kontribusa nyata terhadap kemajuan kehidupan masyarakat di Kecamatan Bungku Timur maka tidak ada bedanya dengan perusahaan-perusahaan sebelumnya yang hanya datang merusak dan mengambil Sumber Daya Alam di kampung kami, sampai petani, nelayan harus kesulitan mempertahankan wilayah mata pencharian hidup mereka tidak akan merasakan perubahan apa-apa dengan cara kerja PT.VALE dan PT.PETROSEA yang tidak merata ini.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.Vale juga menjadi sorotan. Pada 2 Februari 2024, perusahaan berkomitmen untuk menjalankan program pemberdayaan pendidikan bersama lembaga kemahasiswaan dari 13 desa binaan di empat kota (Palu, Makassar, Kendari, Yogyakarta). Namun hingga awal 2025, belum ada progres nyata terhadap pelaksanaan program tersebut.

Mewakili masa Aksi Amrin memyampaikan 6 point tuntutan yang disuarakan dari berbagai persoalan:

1. Hentikan Aktivitas PT.PETROSEA
2. Wujudkan pemerataan dan pemberdayaan kontraktor lokal di 13 Desa.
3. Wujudkan pemerataan rekrutmen tenaga kerja lokal PT.VALE dan PT.PETROSEA.
4. Laksanakan transparansi dan Evaluasi dalam proses rekrutmen PT.VALE dan PT. PETROSEA.
5. Lakukan pembinaan terhadap karyawan baru agar tenaga kerja lokal dapat berkembang secara profesional.
6. Realisasikan bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

“kepada PT.VALE dan PT.PETEOSEA perlunya pelatihan-pelatihan yang mendasar dari pihak perusahaan agar tenaga kerja lokal bisa memenuhi standar perusahaan, termasuk dalam aspek administrasi dan proses wawancara”

Terakhir Amrin juga menekankan agar pimpinan perusahaan PT.VALE dan PT.PETROSEA untuk hadir karena dialog kemarin kami tolak sebab tidak ada orang-orang perusahaan yang bisa mengambil keputusan.

Sesuai kesepakatan bersama dengan perwakilan perusahaan bahwa paling lambat hari senin sudah ada kejelasa untuk jadwal dengan pimpinan kedua perusahaan untuk membahas tuntutan kami, jika permintaan tidak segera direalisasikan dan forum tidak terlaksana, makan akan ada aksi susulan dan
Kami akan lakukan aksi lanjutan dan pendudukan jln houling PT.VALE di hari Selasa jika tak ada respons positif dari kedua perusahaan.(Ipul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250