Demi 6 Anak, Ibu Bhayangkari Ini Rela Ngontrak Di Jakarta Kejar Keadilan Dari Suami Oknum Polisi

JAKARTA — Tangis seorang ibu pecah demi masa depan 6 anaknya. Namanya Widyawati Mulyati Loyra. Statusnya Ibu Bhayangkari. Tapi hari ini ia harus banting tulang dan mengontrak di Jakarta untuk mencari keadilan.

Sudah hampir 10 tahun Widyawati berjuang. Sejak 20 Oktober 2016, suaminya Aiptu Darius anggota Paminal Polrestabes Makassar meninggalkannya tanpa nafkah lahir dan batin. Bukan cuma ditinggal. Widyawati juga mengaku menjadi korban penelantaran, pemalsuan dokumen, hingga perselingkuhan.

Puncaknya, Januari 2020 Widyawati mendapati ada dugaan pemalsuan persetujuan kredit bank dan munculnya Surat Kesepakatan Cerai palsu yang memalsukan tanda tangannya. Semua itu disebut untuk melancarkan gugatan cerai di Pengadilan Negeri Makassar.

Laporan sudah kemana-mana. 28 Juni 2017 ke Polrestabes Makassar. 12 Januari 2018 lanjut ke Propam Polda Sulsel. 2020 lapor lagi soal pemalsuan. Bahkan 5 November 2021 sudah ada Surat Undangan Klarifikasi dari Biro Provos Divpropam Polri. Tapi sampai sekarang, kata Widyawati, belum ada tindakan tegas.

Kecewa dan putus asa, Widyawati akhirnya angkat kaki dari Makassar. Ia rela hidup mengontrak di Jakarta demi memperjuangkan hak 6 anaknya yang tumbuh tanpa sosok ayah.

“Anak-anak saya trauma. Mereka tumbuh tanpa kasih sayang ayah. Ada kecemasan, ada tekanan mental. Belum lagi stigma di masyarakat karena ulah oknum ini,” ujar Widyawati melalui kuasa hukumnya.

Kini kasus ini ditangani Yonas Neja, S.H., M.H. dari Lapeasa Law Office. Yonas menyebut perbuatan menelantarkan istri dan anak demi wanita lain adalah pelanggaran berat kode etik Polri.

“Berdasarkan Perkap Nomor 7 Tahun 2022, setiap anggota Polri wajib menjaga keharmonisan rumah tangga. Tindakan penelantaran, perselingkuhan, hingga pemalsuan dokumen diancam sanksi berat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” tegas Yonas.

Lapeasa Law Office mendesak Kapolri dan Kadiv Propam untuk segera bertindak. Jangan sampai seragam Polri tercoreng karena ulah oknum. Dan yang paling penting, berikan kepastian hukum dan hak untuk 6 anak yang jadi korban.

Karena keadilan bukan cuma soal hukum. Tapi juga soal masa depan anak-anak yang seharusnya dilindungi.(Restu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250