Example 728x250

Ketua Karang Taruna Desa Nambo Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Warga dalam Polemik PT RUJ

Ketua Karang Taruna Desa Nambo, Aditia

Morowali, Sulawesi Tengah — Ketua Karang Taruna Desa Nambo, Kecamatan Bungku Timur, Aditia, mengecam keras aksi sejumlah oknum yang dinilainya kerap mengatasnamakan masyarakat dan Karang Taruna Desa Nambo dalam tuntutan terhadap PT Risky Utama Jaya (RUJ), sehingga memicu keributan di desa.

“Saya kaget mendengar adanya keributan terus di kampung ini. Selama ini saya jarang berada di desa karena sedang menempuh pendidikan di Makassar,” ujar Aditia kepada media, Kamis (22/01/2026).

Ia menjelaskan, Karang Taruna Desa Nambo selama beberapa tahun terakhir tidak berjalan maksimal karena kekosongan kepemimpinan. Setelah resmi menjabat sebagai ketua, ia baru mengetahui berbagai aksi dan tuntutan yang dilakukan oknum tertentu yang mengatasnamakan Karang Taruna dan masyarakat.

“Setelah mendengar penjelasan dari pemerintah desa dan masyarakat, saya menyimpulkan bahwa tidak semua warga menerima atau menyetujui aksi-aksi tersebut,” tegasnya.

Aditia mencontohkan adanya klaim sepihak oknum masyarakat yang menyebut Karang Taruna memiliki komitmen kerja sama terkait Pelabuhan Bongkar Muat (PBM) dengan PT RUJ, namun tidak pernah disertai dokumen resmi.

“Kalau benar ada komitmen, di mana bentuknya? Saya tidak menuntut nominal, tapi kejelasan komitmen. Faktanya, selama ini Karang Taruna hanya menerima sekitar Rp1 juta per tahun,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti aksi demonstrasi yang dipimpin oknum tersebut. Menurut Aditia, setelah aksi berlangsung, oknum itu justru mendatangi pihak perusahaan untuk meminta maaf dan menandatangani kesepakatan tertentu tanpa melibatkan atau menginformasikan kepada massa aksi.

“Setelah itu malah muncul narasi seolah-olah perusahaan mengintimidasi, padahal yang bersangkutan sendiri datang meminta maaf dan membuat kesepakatan. Tidak ada komunikasi ke masyarakat yang ikut demo,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Aditia menyatakan penyesalan atas keributan yang terjadi di Desa Nambo dan menegaskan sikapnya sebagai Ketua Karang Taruna.

“Saya secara pribadi mengecam keras perilaku oknum yang terus-menerus mengatasnamakan masyarakat dan Karang Taruna Desa Nambo demi kepentingan pribadi,” tutupnya.

(Suparman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250