Morowali, Rakyatbersuara.com — Sejumlah mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali menyampaikan keluhan terkait penempatan magang yang dinilai tidak sesuai dengan jurusan dan kompetensi yang mereka pelajari. Keluhan tersebut mencuat setelah terpantau sekitar 11 mahasiswa ditempatkan pada posisi yang berbeda dengan bidang keahliannya. Kamis, 27/11/2025
Salah satu kasus yang menjadi sorotan, seorang mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ditempatkan sebagai tenaga administrasi di kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Penempatan tersebut dinilai bertolak belakang dengan kurikulum dan tujuan pendidikan Teknik Kimia Mineral, yang seharusnya memberikan pengalaman praktik di laboratorium, unit proses, atau area teknik terkait.
Para mahasiswa menilai praktik ini merugikan mereka, sebab magang merupakan bagian penting untuk menguatkan keterampilan industri sebelum memasuki dunia kerja. Ketidaksesuaian posisi magang dianggap dapat menghambat pencapaian kompetensi yang harus mereka kuasai.
Padahal, kerja sama resmi antara PT IMIP dan Politeknik Industri Logam Morowali telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Kesepakatan tersebut semestinya menjamin penempatan magang yang relevan dan sesuai kebutuhan program studi.
Di sisi lain, dari internal kampus juga muncul persoalan lain. Beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami keterlambatan jadwal magang, yang menandakan adanya masalah dalam manajemen penyaluran magang di lingkungan Politeknik Industri Logam Morowali.
Situasi ini mendorong mahasiswa meminta adanya transparansi, evaluasi, dan perbaikan tata kelola magang, baik di kampus maupun di lingkungan industri. Mereka berharap tidak ada lagi penempatan yang menyimpang dari jurusan, agar tujuan utama magang — yaitu membangun pengalaman profesional sesuai bidang keahlian — dapat tercapai.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kampus maupun PT IMIP belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Sumarlin















