MOROWALI – Kabar menggembirakan datang dari Deklarasi dan Musyawarah Asosiasi Jasa Pertambangan (AJP) Kabupaten Morowali.
H. Syahnil Umar, S.T. resmi terpilih sebagai Ketua AJP Kabupaten Morowali Periode 2026-2031 secara aklamasi. Keputusan bersejarah ini dibenarkan oleh sejumlah peserta Rakerda pada Kamis Malam, 22 Oktober 2026.
Terpilihnya H. Syahnil Umar secara aklamasi menjadi bukti nyata kepercayaan penuh pengusaha lokal Morowali. Tidak ada perdebatan, tidak ada voting panjang. Semua peserta satu suara, sepakat mendorong sosok yang selama ini vokal membela pengusaha lokal untuk memimpin kebangkitan selama lima tahun ke depan.
Sejak awal, H. Syahnil Umar memang menjadi inisiator utama lahirnya AJP Morowali. Kegelisahannya selama 17 tahun melihat pengusaha lokal hanya jadi penonton di tanah sendiri, menjadi alasan kuat mengapa ia layak menahkodai AJP periode 2026-2031.
Dalam orasinya, Ketua terpilih menegaskan AJP bukan untuk monopoli, bukan untuk cari aman supaya tidak demo. AJP adalah rumah bersama untuk mengangkat pengusaha perintis kecil dan menengah agar benar-benar kaya di negeri sendiri.
“Alhamdulillah, amanah periode 2026-2031 ini adalah amanah berat. Ini bukan tentang saya, tapi tentang bagaimana teman-teman di bawah bisa naik kelas. Kita harus yakin bisa bersaing,” ujar H. Syahnil Umar sebelumnya.
Fokus utama Ketua terpilih periode 2026-2031 adalah menjalankan dua strategi marwah AJP: pertama mengutamakan jasa sektor wilayah izin dengan mendorong pemegang IUP memprioritaskan pengusaha lokal yang memenuhi syarat K3, dan kedua transparansi beneficial owner.
Ia juga tetap pada sikap tegasnya untuk mendorong Gubernur Sulteng sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah untuk men-suspend RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) tahun 2027 bagi pemegang IUP yang tidak memiliki kontrak dengan pengusaha lokal.
Dengan terpilihnya H. Syahnil Umar secara aklamasi untuk masa bakti 2026-2031, Musyawarah AJP Morowali malam ini menandai babak baru. Pengusaha lokal Morowali tidak lagi terpecah, mereka bersatu, bersinergi dan siap bertumbuh bersama sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
(Yohanes)


