Example 728x250

Menyalakan Api Kepemimpinan: PKD II danKonfercab IV GP Ansor Morowali

Morowali, Rakyatbersuara.com – Suara riuh diskusi, aroma kopi yang menyeruak, dan deretan kursi yang tertata rapi di Cafe Hotel Cerebrum, Bahomohoni, menjadi saksi dimulainya sebuah peristiwa penting bagi kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Morowali. Jumat (8/8/2025), puluhan pemuda dari berbagai kecamatan berkumpul, bukan sekadar untuk berkenalan, tetapi untuk menyalakan api kepemimpinan.

Selama tiga hari, 8–10 Agustus 2025, mereka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) II yang dirangkaikan dengan Konferensi Cabang (Konfercab) IV. Kegiatan ini bukan hanya agenda rutin, melainkan titik tolak regenerasi kepemimpinan di tubuh Ansor Morowali.

Di podium, Pimpinan Pusat GP Ansor Korwil Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, H. Sudirman AZ, berdiri tegap. Matanya menatap seluruh peserta, suaranya mantap ketika menyampaikan pesan bahwa kader Ansor harus mampu melampaui batas organisasi. “PKD II bukan sekadar pelatihan, tetapi proses kaderisasi untuk melahirkan pemimpin muda yang siap mengabdi bagi umat, bangsa, dan negara,” ujarnya, menegaskan empat agenda besar yang terangkum dalam slogan “BISA”: Bisnis ekonomi, Inovasi media, Sumber daya manusia, dan Anak muda.

Di sela pelatihan, wajah-wajah peserta terlihat serius menyimak materi kebangsaan, manajemen organisasi, hingga penguatan jaringan kader. Mereka datang dari latar belakang berbeda—guru, mahasiswa, aktivis desa—namun disatukan oleh semangat yang sama: mengabdi.

Konfercab IV, yang digelar bersamaan, menjadi forum tertinggi di tingkat cabang. Di sinilah laporan pertanggungjawaban pengurus lama dibacakan, program kerja baru disusun, dan ketua baru dipilih. “Kader Ansor harus menjadi pelopor moderasi beragama, benteng Pancasila, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” kata Sekretaris GP Ansor Morowali, Basso Fitranudin, S.Pd.I, dengan nada optimis.

Tidak hanya pengurus dan kader yang hadir. Kasat Binmas Polres Morowali, AKP Supoyo, pun datang memberi dukungan. Baginya, kehadiran Ansor yang aktif bisa berdampak langsung pada kondusifnya daerah. “Kegiatan ini sangat positif. Bisa minta anggaran dari pemerintah supaya tetap diadakan secara rutin, agar pemuda menjadi pelopor dalam kebaikan,” tuturnya.

Menjelang penutupan, semangat para peserta justru semakin menggebu. Mereka pulang membawa ilmu, jaringan, dan tekad yang lebih kuat. Di pundak-pundak mereka kini tersimpan harapan—bahwa Morowali akan terus melahirkan pemimpin muda yang progresif, religius, dan siap bersinergi demi kemajuan daerah.

 

Sumarlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250