Ketua GRD KK – Morowali, Amrin
Morowali, Rakyatberauara.com- Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten Morowali (GRD KK-Morowali) mengecam keras sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Morowali yang dinilai arogan dalam merespons aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Morowali (AMM) pada Jumat, 19 September 2025.
Ketua GRD KK-Morowali, Amrin, yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan aksi, menilai Kadis Disdikbud telah menantang hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Respon Kadis sangat tidak mendidik. Ia sengaja membatasi ruang dialog dengan menanyakan status mahasiswa kepada massa aksi. Seakan-akan kalau bukan mahasiswa, tidak boleh menyuarakan aspirasi di Dinas Pendidikan. Padahal, menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional seluruh warga negara,” tegas Amrin.
Menurutnya, sikap Kadis yang arogan dan menutup ruang dialog membuat suasana aksi awalnya kondusif berubah menjadi tegang. Massa aksi kemudian memilih menghentikan dialog dan melanjutkan demonstrasi hingga akhirnya Sekretaris Daerah (Sekda) Morowali turun langsung menemui peserta aksi untuk membuka ruang dialog yang lebih sehat.
Amrin menilai tindakan Kadis bukan hanya bentuk arogansi, tetapi juga pelecehan terhadap prinsip demokrasi. “Sikap itu mencerminkan wajah otoriter seorang pejabat publik. Kadis Disdikbud justru membatasi suara rakyat yang ingin menyuarakan kepedulian terhadap pendidikan di Morowali,” katanya.
Ia menambahkan, statemen Kadis yang mengkotak-kotakkan siapa yang boleh atau tidak boleh menyampaikan aspirasi justru menimbulkan kegaduhan baru. “Ini tindakan membungkam demokrasi dan jelas-jelas menantang hak konstitusional warga negara,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, GRD KK-Morowali menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan mengundang solidaritas dari berbagai elemen mahasiswa, pemuda, dan serikat.
“Kami akan melakukan aksi besar-besaran di kantor Disdikbud Morowali. Kadis tidak hanya arogan, tapi juga menantang hak konstitusional kita semua. Mari bersama-sama selamatkan pendidikan dan demokrasi di Morowali agar tidak dibajak oleh penguasa yang anti kritik,” pungkas Amrin.
Ern















