Morowali, Sulawesi Tengah — Minggu, (3/5/2026) Pesisir Desa Unsongi kini jadi korban. PT Rezky Utama Jaya menimbun pantai dengan material overburden asal-asalan. Hasilnya: longsor, terumbu karang hancur, laut mati, nelayan kehilangan laut.
Saat ditagih, perusahaan berlindung di balik kata “kesalahan teknis” dan menyebut yang ditimbun hanya untuk mess, bukan jetty. Bagi warga, itu penghinaan.
Zulfikar tak mau kompromi: “Ini bukan kelalaian. Ini perusakan terang-terangan. PT Rezky tidak menghargai kami.”
Ancaman hukum sudah di depan mata. Jika perusahaan tetap abai, konflik Unsongi bakal naik level. Tanah dirampas, laut dirusak, warga dipaksa diam. Sampai kapan?. (*)















