MOROWALI – Keluhan masyarakat terhadap RSUD Morowali tidak hanya soal fasilitas toilet yang mati. Keamanan di rumah sakit milik pemerintah itu juga menjadi sorotan.
Hal ini disampaikan oleh salah satu warga, Suharti, kepada media ini, Kamis 23 Juli 2026.
Suharti mengaku anak dan menantunya menjadi korban pencurian di Ruang Tulip, Kamar Nomor 18, pada 6 Juli 2026. Handphone milik keduanya raib saat dirawat di rumah sakit tersebut.
“Bukan cuma toiletnya yang mati, keamanannya juga harus ditingkatkan. HP anak dan menantu saya dicuri di Ruang Tulip Kamar No 18,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suharti menuturkan pihak rumah sakit tidak memberikan tanggung jawab atas kejadian tersebut. Upaya untuk melihat rekaman CCTV juga disebut dipersulit.
“Sampai detik ini tidak ada tindakan dari pihak RS maupun Polres. Mau lihat CCTV saja dipersulit,” katanya.
Menurut Suharti, kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Ia menduga sudah banyak pasien lain yang kehilangan barang di RSUD Morowali.
“Banyak mi korban sebelum anak saya. Sudah banyak yang dicuri HP-nya di RSUD Morowali itu,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengamanan. Petugas keamanan dinilai hanya berjaga di pos tanpa melakukan patroli ke seluruh ruangan.
“Kalo bisa itu security jangan cuma jaga di pos. Dorang ba patroli seluruh ruangan,” pintanya.
Suharti berharap manajemen RSUD Morowali segera membenahi sistem keamanan, agar kejadian serupa tidak terulang dan pasien merasa aman saat berobat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Morowali belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pencurian dan lemahnya pengamanan di lingkungan rumah sakit.
( Redaksi / Whatsapp :081371835194)


