MOROWALI, SULTENG – Solar subsidi yang harusnya untuk nelayan dan petani, justru antre di jeriken. Potret itu terjadi di SPBU 74.946.02 Emea, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali.
Sejak pagi hingga malam Sabtu 5 September 2026, puluhan hingga ratusan jeriken terlihat hilir mudik mengisi solar bersubsidi. Setelah penuh, jeriken-jeriken itu langsung dibawa keluar area SPBU menggunakan pickup dan truk menuju lokasi penampungan yang tidak jauh dari situ.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Emea diduga jauh dari kata tepat sasaran. Ada aktivitas pengisian yang menggunakan rekomendasi dari Pemkab Morowali, namun ada juga yang dilakukan tanpa rekomendasi sama sekali. Bahkan kendaraan diduga kerap pinjam pakai Barcode MyPertamina milik orang lain.
Sumber yang ditemui media ini menyebut satu orang bisa menguasai hingga 20 lembar rekomendasi BBM. Padahal satu rekomendasi hanya untuk jatah dua jeriken. Artinya dalam satu kali pengisian, satu orang bisa membawa 40 jeriken solar subsidi.
“Kalau yang saya lihat, ada yang sampai punya banyak rekomendasi. Satu rekomendasi jatahnya dua jeriken,” ujar sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar soal mekanisme penerbitan dan verifikasi rekomendasi BBM. Dokumen yang seharusnya untuk masyarakat produktif seperti nelayan dan petani, justru diduga menumpuk di tangan segelintir orang.
Tidak berhenti di SPBU. Jeriken yang sudah terisi kemudian dipindahkan ke lokasi penampungan. Di sana terlihat truk dan mobil pikap keluar-masuk mengangkut BBM. Tujuan akhir dan peruntukan BBM tersebut belum diketahui secara pasti.
Rangkaian aktivitas ini kuat mengarah pada dugaan praktik pelansiran atau penyalahgunaan BBM bersubsidi. Jika benar solar subsidi yang diperuntukkan bagi rakyat kecil justru ditimbun dan diduga dijual kembali dengan harga industri, maka ini jelas mengurangi hak masyarakat yang seharusnya menerima.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Morowali terkait mekanisme penerbitan dan pengawasan rekomendasi. Pihak SPBU Emea juga belum memberikan jawaban. Pengawas SPBU Emea yang dikonfirmasi via WhatsApp di nomor 08539589xxxx belum merespons.
“Kalau benar subsidi rakyat dikuras segini banyaknya, ini pengkhianatan. Yang rugi nelayan, petani, dan sopir yang antri dari subuh,” kata seorang warga.
Audit tuntas distribusi solar subsidi di Morowali. Cabut dan evaluasi rekomendasi yang disalahgunakan. Usut tuntas siapa dalang di balik penampungan BBM di belakang SPBU Emea.
Media ini akan terus mengawal kasus ini sampai ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah.
(Redaksi/ Whatsapp: 081371835194)


