Example 728x250

Gegara Ternak Sapi Membuat Warga Kolono Resah dan Keadaan tidak Kondusif, Pemda Morowali Diminta Bertindak

Morowali, Sulawesi Tengah — Warga Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, mengeluhkan keberadaan ternak sapi yang berkeliaran bebas di wilayah mereka. Kondisi tersebut dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu konflik antarwarga. Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten Morowali segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut warga, masalah ternak sapi yang berkeliaran di Desa Kolono telah berlangsung sejak lama dan hingga kini belum menemukan solusi yang tuntas. Selain merusak lahan pertanian, keberadaan sapi di jalan raya juga disebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas.

Perwakilan masyarakat Kolono, Amrin, mengatakan kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membuat masyarakat merasa tidak aman.

“Sudah lama ini masalah. Ada yang kecelakaan sampai harus dibawa ke rumah sakit dan tidak ada yang bertanggung jawab atau mengaku sebagai pemilik sapi. Kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi di Kolono,” ujarnya, Senin (09/03/2026).

Ia menjelaskan, pernah terjadi kecelakaan yang melibatkan satu keluarga hingga kendaraan mereka terjatuh ke dalam selokan akibat menabrak sapi yang tiba-tiba melintas di jalan.

Selain membahayakan pengguna jalan, ternak sapi yang berkeliaran juga kerap merusak lahan persawahan warga. Hal ini memicu ketegangan antarpetani dan pemilik ternak karena tanaman padi sering rusak atau hancur akibat dimasuki sapi.

Menurut Amrin, sebagian besar pemilik ternak berasal dari Desa Kolono dan Desa Ululere, karena wilayah persawahan kedua desa tersebut saling berdekatan.

Ia menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah tegas untuk mencegah potensi konflik di masyarakat.

“Jangan sampai nanti sudah terjadi konflik baru ditindak. Apalagi kemarin sempat ada kasus diduga sapi diracun, kemudian pemiliknya marah. Padahal sapi tersebut memang dibiarkan berkeliaran,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan ternak sapi liar ini dapat diselesaikan secara permanen. Amrin juga menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah daerah terkait penertiban ternak di wilayah Morowali.

“Kami mendukung program pemda untuk mewujudkan Morowali bebas sapi yang berkeliaran,” tutupnya.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250