TOJO UNA-UNA – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Tojo Una-Una, rasanya kita tidak perlu hanya merayakan usia.
Seremoni, spanduk, dan pidato kebanggaan memang boleh ada. Tapi momentum ini juga bisa kita jadikan ruang untuk bercermin, dan bertanya dengan jujur: setelah 22 tahun berdiri, apa sesungguhnya yang telah kita wariskan kepada rakyat Tojo Una-Una?
Apakah kesejahteraan yang semakin merata? Infrastruktur yang menjangkau pelosok desa? Pendidikan dan layanan kesehatan yang semakin baik? Lapangan kerja bagi generasi muda?
Atau justru masih ada persoalan lama yang belum sepenuhnya tuntas, dan terus kita bawa dari tahun ke tahun?
Dua puluh dua tahun bukan waktu yang singkat. Waktu sepanjang itu seharusnya cukup untuk menghadirkan perubahan yang bisa dirasakan, bukan hanya janji yang diperbarui setiap pergantian kepemimpinan.
Rakyat tidak membutuhkan kata-kata manis yang hanya terdengar menjelang perayaan. Rakyat membutuhkan bukti sederhana yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita patut bertanya, apa arti pembangunan jika masih ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian? Apa arti kemajuan jika potensi laut, pertanian, perkebunan, dan pariwisata yang begitu besar belum sepenuhnya menjadi sumber kesejahteraan? Dan apa arti bertambahnya usia kabupaten jika harapan generasi mudanya justru semakin jauh dari kampung halamannya sendiri?
Pertanyaan ini bukan bentuk kebencian terhadap daerah, apalagi keinginan menjatuhkan siapa pun. Justru karena kita mencintai Tojo Una-Una, kita tidak boleh berhenti bertanya.
Mencintai daerah bukan berarti selalu memuji. Mencintai daerah juga berarti berani mengingatkan, dengan cara yang baik, ketika ada yang perlu dibenahi bersama.
Jangan sampai yang kita wariskan dari 22 tahun perjalanan ini hanya tumpukan janji, proyek yang belum menjawab kebutuhan rakyat, dan persoalan yang berpindah dari satu periode ke periode berikutnya.
Yang seharusnya kita wariskan adalah fondasi pembangunan yang kuat, pemerintahan yang berpihak kepada masyarakat, keadilan dalam pelayanan, serta masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita.
Menjelang HUT ke-23 ini, mari kita ubah pertanyaan dari sekadar, “Sudah berapa tahun daerah ini berdiri?” menjadi, “Sudah sejauh mana daerah ini membuat rakyatnya berdiri lebih tegak?”
Sebab keberhasilan sebuah kabupaten bukan diukur dari meriahnya perayaan ulang tahun. Bukan pula dari panjangnya daftar pencapaian dalam pidato. Keberhasilan itu terlihat dari kenyataan di desa-desa, di ruang kelas, di puskesmas, di jalan-jalan, di tempat usaha rakyat, dan dalam kehidupan masyarakat kecil.
Ke depan, saya berharap pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pencapaian administratif. Lebih dari itu, setiap kebijakan dan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang berada di pelosok dan masih jauh dari akses pelayanan dasar.
Potensi besar Tojo Una-Una di sektor kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan perlu dikelola secara optimal. Agar ia menjadi kesejahteraan, dan membuka lapangan kerja bagi generasi muda.
Pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang merata, infrastruktur yang memadai, serta pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab, harus menjadi prioritas utama dalam perjalanan pembangunan ke depan.
Selamat menjelang HUT ke-23 Kabupaten Tojo Una-Una. Semoga usia yang bertambah, juga diiringi dengan harapan yang semakin nyata bagi rakyatnya.
(Opini: Ardiansyah Sofyan)


