Ketua Asosiasi Pengusaha Lokal Kabupaten Morowali: “Pekerjaan yang Bisa Dikerjakan Anak Daerah, Berikan ke Anak Daerah”

MOROWALI – Rasa “dianaktirikan di daerah sendiri” akhirnya melahirkan sebuah gerakan. Sabtu malam, 4 September 2026, di Anjungan Pantai Matano, Bungku Tengah, para pengusaha dan kontraktor lokal Morowali resmi membentuk Asosiasi Pengusaha Lokal Kabupaten Morowali.

Keresahan itu disampaikan langsung oleh Ketua Asosiasi, Irsad Amir. “Kami mampu bersaing dengan kontraktor dari Kendari, Makassar. Tapi selama ini pekerjaan yang bisa dikerjakan anak daerah, malah diberikan ke orang luar. Ini sangat mengiris kami,” ungkapnya di hadapan puluhan anggota yang hadir.

Melalui asosiasi ini, mereka tidak menuntut. Mereka meminta. Meminta Pemda Morowali dan Pemprov untuk betul-betul memberdayakan dan memberikan pekerjaan secara merata kepada pengusaha lokal. “Kami minta pekerjaan yang bisa dikerjakan anak daerah, tolong diberikan ke anak daerah,” harap Irsad.

Meskipun lahir dari keresahan, arah gerak asosiasi ini tetap positif. Mereka menegaskan ingin bermitra, bukan melawan. Mereka juga siap merambah ke kawasan industri besar seperti IMIP, VALE, dan BTIIG. Apalagi ada sinyal kuat dari Bapak Gubernur bahwa ke depan, rekomendasi kerja di industri harus melalui asosiasi lokal.

Struktur pengurus pun telah disepakati. Irsad Amir sebagai Ketua, didampingi Zulkarnain. Henra sebagai Sekretaris dan Solihin Wakilnya. Julil sebagai Bendahara dan Moh. Syair sebagai Wakil. Dengan formasi ini, para pengusaha lokal Morowali berharap suara mereka didengar, agar putra daerah bisa hidup dan bekerja di tanahnya sendiri. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250