Irwan Arya Desak PT Vale Angkat Kaki dari Bumi Morowali Jika Tak Mampu Sejahterakan Masyarakat Lingkar Tambang

MOROWALI – Desakan keras terhadap PT Vale Tbk mencuat dari Morowali. Hal itu ditegaskan Irwan Arya, S.Sos pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, menyikapi persoalan masyarakat yang berada dalam Kontrak Karya perusahaan tambang tersebut.

Menurut Irwan, PT Vale telah hampir setengah abad menguasai dan mengolah kekayaan alam di Morowali, namun kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di desa-desa lingkar tambang, dinilai belum signifikan.

“PT Vale ini sudah hampir setengah abad menguasai dan mengolah sumber kekayaan alam yang ada di Morowali, tapi belum memberikan kontribusi yang membuat masyarakat sejahtera,” tegas Irwan dalam pernyataannya.

Ia bahkan menyoroti keuntungan perusahaan yang disebut mencapai puluhan triliun dalam beberapa bulan, namun tidak sebanding dengan Penerimaan Asli Daerah  dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Kabupaten Morowali.

Sebagai bentuk protes, Irwan menyatakan telah menyuarakan persoalan ini melalui berbagai saluran, mulai dari televisi swasta hingga media sosial.

Ia menegaskan sikapnya, apabila PT Vale tidak secara serius menyikapi persoalan masyarakat lingkar tambang dan tidak berupaya mensejahterakan warga, maka perusahaan tersebut diminta untuk angkat kaki dari bumi Morowali.

Lebih lanjut, ia juga mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk memberhentikan sementara aktivitas PT Vale yang beroperasi di Blok Bahoropi dan Bungku Timur.

Sementara itu, terkait video penghentian aktivitas alat berat di area tambang yang melibatkan warga lokal dan kontraktor yang beredar, Irwan menyebut lokasi kejadian berada di wilayah Bungku Timur, tepatnya di kantor PT Vale. Menurutnya persoalan tersebut sudah lama terjadi dan berulang karena aspirasi masyarakat lingkar tambang tidak diindahkan.

Ia pun meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dan Bupati untuk wajib turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut, terutama yang menyangkut kerugian petani di wilayah lingkar tambang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Vale yang telah dikonfirmasi media ini belum memberikan tanggapan resmi terkait video yang beredar tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250