MOROWALI — Viral dulu, baru gerak! Jumat 14 Agustus 2026, keluhan warga dan video yang beredar di medsos akhirnya ditindak tegas. Polres Morowali bersama Satpol PP Kabupaten Morowali turun gunung. Sasaran: Jalur Seba-Seba, Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur. Kabupaten Morowali
Hasilnya? Meledak. Sepanjang jalur itu disisir habis. 9 pos dan palang liar dibongkar sampai rata. Tidak ada kompromi. Tidak ada tebang pilih.
Selama ini warga dan sopir mengeluh. Mau lewat jalur Seba-Seba harus “bayar dulu”. Tarifnya? Variatif banget. Ada yang Rp10.000, ada yang sampai Rp50.000 per kendaraan. Jalan umum diperlakukan seperti ATM pribadi.
Udah cukup. Dalam operasi ini, tim gabungan juga mengamankan 7 orang yang diduga kuat jadi aktor pungli. Beserta sejumlah uang yang diduga hasil pungutan. Saat ini semuanya sudah digelandang ke Polres Morowali untuk pendalaman lebih lanjut.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomaeni, S.I.K pasang badan. “Polres Morowali bersama Satpol PP Kabupaten Morowali telah turun langsung melakukan penertiban. Pos dan palang yang digunakan sebagai tempat pungutan telah dibongkar. Kami tegaskan, Jalur Seba-Seba harus bebas dari pungli,” tegas Kapolres.
Beliau juga ngasih pesan keras ke masyarakat: “Setelah penertiban ini, masyarakat silakan melintas dengan aman. Apabila masih ada pihak yang kembali memasang palang atau meminta uang kepada pengguna jalan, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada Polres Morowali. Setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Mulai hari ini, lewat Jalur Seba-Seba GRATIS. Titik. Polres dan Satpol PP tidak akan berhenti di sini. Patroli dan pemantauan akan terus jalan. Begitu ada yang nekat pasang palang lagi, langsung sikat.
Dan masyarakat punya peran penting. Lihat ada pungli? Rekam. Foto. Catat lokasi dan waktunya. Kirim ke Polres Morowali. Dijamin ditindaklanjuti.
“JALUR SEBA-SEBA BEBAS PUNGLI. BILA MASIH ADA, JANGAN RAGU LAPORKAN KE POLRES MOROWALI.”
Jelas ya? Jalan untuk rakyat. Bukan untuk dipalak.


