Palu – Pelayanan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) mendapat sorotan tajam dari Badan Koordinasi Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Bakorda Hipmi PT) Sulawesi Tengah.
Sorotan keras itu dilayangkan menyusul maraknya keluhan nasabah yang terjadi dalam tiga pekan terakhir. Nasabah mengaku kesulitan melakukan transaksi transfer antar bank melalui layanan mobile banking. Gangguan tersebut bahkan menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial.
Dampaknya tidak main-main. Pantauan di lapangan, gangguan layanan digital itu memicu antrean panjang di sejumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Nasabah terpaksa berbondong-bondong ke ATM setelah transaksi digital macet, namun dihadapkan pada persoalan lain yakni kosongnya fisik uang tunai di mesin ATM.
Ketua Bidang IV Kajian Strategis Bakorda Hipmi PT Sulteng, Albar, menyayangkan lambannya penanganan dari manajemen Bank Sulteng. Menurutnya, sebagai bank kebanggaan daerah yang mengelola dana masyarakat, Bank Sulteng seharusnya lebih sigap dan antisipatif terhadap gangguan teknis.
“Kami sangat menyayangkan situasi yang terjadi ini. Gangguan layanan digital dan kosongnya mesin ATM tentu berdampak sangat negatif terhadap masyarakat, khususnya para nasabah yang selama ini bergantung langsung pada layanan Bank Sulteng untuk kebutuhan transaksi harian maupun bisnis mereka,” tegas Albar kepada media ini, Senin (03/11/2026).
Ia menilai, gangguan yang berkepanjangan tanpa penjelasan transparan kepada publik akan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah. Apalagi, banyak pelaku usaha muda dan UMKM yang menggantungkan perputaran usahanya pada kelancaran transaksi perbankan.
Bakorda Hipmi PT Sulteng mendesak manajemen Bank Sulteng untuk segera membuka komunikasi publik, menjelaskan akar persoalan, dan memberikan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PT Bank Sulteng belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan layanan transfer dan kosongnya mesin ATM yang dikeluhkan nasabah tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.
(Redaksi/ Whatsapp: 081371835194)


