MOROWALI – Sejumlah rekanan proyek pembangunan SD 1 Bahonsuai mengeluhkan proses administrasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali. Keluhan utama terkait dugaan mempersulit pencairan termin dan perbedaan perlakuan soal jaminan pelaksanaan. Hal ini disampaikan oleh sejumlah kontraktor pada Hari Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut para rekanan, pencairan termin saat ini diwajibkan menunggu progres 50% dan harus menunggu rapat yang dijadwalkan 10-11 September 2026. Padahal berdasarkan kontrak dan sistem SIRUP, pembayaran seharusnya dilakukan sesuai progres pekerjaan.
“Kalau dananya ada dan progresnya jalan, harusnya bisa dicairkan. Ini malah ditahan nunggu 50% dan nunggu rapat 2 minggu lagi. Akibatnya pekerjaan terhambat dan tidak sesuai waktu kontrak,” ujar salah satu rekanan yang meminta namanya tidak dipublikasi.
Para rekanan menyebut sistem lama 15-20 tahun lalu memang pakai sistem bobot. Namun sekarang sudah era SIRUP yang harusnya fleksibel. “Jangan bikin aturan sendiri di luar kontrak,” tegasnya.
Selain itu, para rekanan mengaku untuk proyek SD 1 Bahonsuai diwajibkan menggunakan Jaminan Bank BPD Cash Full Cover. Sementara proyek di dinas lain disebut cukup menggunakan Jaminan Asuransi.
“Awalnya ngotot harus BPD. Setelah kami turuti pakai BPD, malah dibilang tidak bisa pakai asuransi. Padahal dinas lain pakai asuransi bisa. Polda saja proyek 23 Miliar jaminannya Bank,” katanya.
Para rekanan menilai perbedaan perlakuan ini membingungkan dan memberatkan. Mereka juga menyoroti bahwa proyek jasa konstruksi di Morowali ditangani dinas di luar PU, yang dinilai rawan salah administrasi dan teknis.
“PU saja kadang masih salah. Apalagi di luar PU. Nanti kalau BPK audit yang kena kontraktor. Kami hanya minta Bupati tertibkan agar semua disamakan dan sesuai aturan,” pintanya.
Para rekanan berharap Bupati Morowali segera memberikan atensi agar tidak ada lagi kebijakan yang memberatkan rekanan dan merugikan kelancaran proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, telah dikonfirmasi melalui chat WhatsApp pribadi namun belum memberikan klarifikasi atau jawabannya.(*)


