Example 728x250

Dari Gelap Menuju Cahaya: PLN UP3 Nias Wujudkan Mimpi Warga Muzoi di Momen HUT ke-80 RI

Nias Utara, Rakyatbersuara – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia menjadi momen transformatif bagi masyarakat Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara. Setelah puluhan tahun lamanya hidup dalam kegelapan, Dusun I Durezouliho kini diterangi oleh hadirnya listrik dari PLN UP3 Nias. Bagi warga, ini adalah “kado kemerdekaan” yang sangat berharga, sebuah impian yang akhirnya menjadi kenyataan.

Suasana haru meliputi seluruh desa saat lampu-lampu pertama mulai bersinar di rumah-rumah warga. Anak-anak yang selama ini hanya mengenal cahaya remang lampu minyak, berlarian dengan riang gembira. Di wajah para orang tua, terpancar kebahagiaan yang mendalam, air mata bahagia tak mampu mereka bendung.

“Selama ini, tiap malam kami sunyi senyap dalam kegelapan, hanya diterangi oleh lampu minyak yang penuh asap atau genset kecil yang berisik. Kini, kami akhirnya bisa merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya,” ujar Ama Yohana, dengan suara bergetar karena terharu.

Peresmian jaringan listrik ini dihadiri langsung oleh Manajer PLN UP3 Nias, Leonard Tulus M. Panjaitan, bersama para pejabat penting pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Leonard menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras PLN yang tak kenal lelah untuk membawa terang hingga ke pelosok negeri.

“Listrik yang menyala hari ini bukan sekadar kabel dan tiang, tetapi juga simbol harapan baru yang membara. Kami merasa bangga dapat mempersembahkan kado kemerdekaan yang tak ternilai harganya bagi masyarakat Desa Muzoi,” ungkapnya dengan penuh semangat.

PLN memastikan bahwa ratusan rumah di Desa Muzoi kini telah terhubung dengan jaringan listrik, dengan kapasitas daya yang sesuai dengan kebutuhan warga. Leonard menambahkan, PLN akan terus berupaya memperluas jangkauan elektrifikasi ke desa-desa lain di Nias yang masih belum terjangkau.

Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, yang turut hadir dalam peresmian, tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya. “Ini adalah momen bersejarah yang akan selalu kami kenang. Puluhan tahun masyarakat Muzoi mendambakan listrik, dan hari ini, di bulan kemerdekaan, impian itu akhirnya terwujud. Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UP3 Nias yang telah membawa terang ke desa ini,” tuturnya dengan tulus.

Camat Lahewa Timur juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. “Kami telah lama menantikan momen ini dengan penuh harapan. Akhirnya, di usia ke-80 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Muzoi dapat menikmati indahnya cahaya di malam hari. Semoga ini menjadi awal dari berbagai pembangunan lainnya yang akan segera hadir,” harapnya.

Anggota DPRD Nias Utara dari dapil Lahewa Timur, Suardin Nazara, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN. Menurutnya, langkah ini adalah tonggak sejarah yang penting dan harus terus dilanjutkan agar tidak ada lagi desa di Nias yang tertinggal dalam kegelapan.

Bagi masyarakat Muzoi, listrik bukan hanya sekadar penerangan. Kehadirannya membuka pintu menuju berbagai peluang baru: anak-anak dapat belajar dengan nyaman di malam hari, warga dapat mengembangkan usaha kecil berbasis listrik, dan kegiatan sosial serta ibadah dapat berjalan lebih lancar.

“Sekarang, anak-anak saya bisa belajar tanpa harus menghirup asap lampu minyak yang menyesakkan. Kami juga berencana untuk membuka usaha kecil dengan mesin yang menggunakan listrik. Ini benar-benar sebuah perubahan besar yang akan mengubah hidup kami,” ujar Bunda Rosi, seorang ibu rumah tangga dengan mata berbinar.

Momentum peresmian ini adalah bukti nyata bahwa kemerdekaan tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga dirasakan hingga ke pelosok negeri. PLN UP3 Nias telah menorehkan sejarah dengan membawa cahaya bagi Muzoi, menghapus kegelapan, dan menyinari harapan.

Acara peresmian ditutup dengan lantunan lagu kebangsaan yang dinyanyikan bersama oleh warga dan tamu undangan. Malam itu, cahaya lampu yang terpancar dari setiap rumah menjadi saksi bisu bahwa penantian panjang telah berbuah manis. Bagi warga Muzoi, listrik di bulan kemerdekaan tahun ini adalah hadiah terindah yang pernah mereka terima, sebuah pelita yang akan terus menyala dalam hati mereka. (Arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250