MOROWALI – Polemik Dana SILPA Kabupaten Morowali belum reda. Data terbaru menyebut ada Rp848,77 miliar dana SILPA mengendap di kas daerah.
Alih-alih dipakai untuk kebutuhan mendesak warga, Pemkab Morowali justru mengucurkan Rp23.849.107.396 dari SILPA T.A 2026 untuk “Pembangunan Fasilitas Masjid Agung” di Kompleks Perkantoran Funuasingko, Bungku.
Langkah ini langsung memicu kritik tajam.
Ketua IMA Sulteng-Makassar, Muhammad Afdal Saputra, menyebut pemerintah terkesan “bertameng” pada dana SILPA.
“Pemerintah terkesan bertameng pada dana SILPA dengan menggelontorkan anggaran sebanyak-banyaknya. Tanpa disadari bahwa penganggaran proyek dengan jumlah yang fantastis justru beresiko tinggi untuk dikorupsi jika tidak dimonitoring dan dievaluasi dengan baik,” tegasnya, Minggu (13/7/2026).
Afdal meminta APH dan DPRD Morowali turun tangan. Sinergi pengawasan diminta diperketat agar kinerja pemerintah tidak keluar jalur.
Lebih jauh, ia menyoroti prioritas anggaran yang dinilai melenceng.
“Seharusnya pemerintah daerah tidak hanya fokus pada proyek fisik, tetapi juga harus berfokus untuk menghidupkan perputaran ekonomi masyarakat dengan menghidupkan dan memperhatikan UMKM lokal yang ada atau dengan membiayai kepentingan Masyarakat yang lebih mendesak lainnnya, misalnya untuk perbaikan akses jalan Masyarakat, perbaikan jembatan penghubung yang rusak dan lain sebagainya,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Afdal menekankan satu hal: akuntabilitas.
“Pemerintah agar tetap akuntabel dan juga transparan dalam mengelola anggaran daerah yang berasal dari pajak rakyat agar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh seluruh Masyarakat Morowali.” tutup
(Suparman)


