Tugu Bahomohoni Rata dengan Tanah, Forbes: “4 Bupati, 1 Aset, Miliaran Jadi Debu”

MOROWALI – Dibangun empat pemimpin. Diruntuhkan satu keputusan.

Tugu di Bundaran Bahomohoni, Bungku Tengah, kini tinggal puing. Aset daerah yang menelan anggaran miliaran rupiah itu dibongkar. Alasannya? Sampai hari ini publik belum dikasih tahu.

Forum Rakyat Bersatu Morowali, FORBES Morowali, menyebut ini sebagai bentuk pemborosan paling telanjang.

“Atas dasar apa dibongkar? Apa urgensinya aset miliaran rupiah harus dihilangkan? Pemerintah daerah wajib buka mulut dan jelaskan ke rakyat,” ujar Ketua Umum FORBES Morowali, Abd. Jamil, Rabu (9/7).

Warisan 4 Era, Dihapus 1 Kebijakan

Jangan salah. Tugu ini bukan proyek kemarin sore. Dia lahir di era Dr. Anwar Hafid. Disempurnakan di masa Drs. Taslim. Dilanjutkan Pj. Rahmansyah. Dan terakhir, dipegang Pj. Yusman Mahbub.

Empat nama. Satu tugu. Uang rakyat yang sama.

Kini semuanya diratakan. Tanpa kajian yang dipublikasikan. Tanpa kejelasan mau dibangun apa selanjutnya. Yang ada hanya debu dan tanda tanya.

Rakyat Butuh Jalan, Bukan Bongkar-Bongkar

FORBES Morowali menegaskan: pembangunan itu soal prioritas, bukan soal ego.

“Di Bungku Tengah, drainase masih banjir kalau hujan. Jalan lingkar masih tambal sulam. Jalan lingkungan masih rusak. Itu yang mendesak. Kenapa yang dihajar justru tugu yang masih berdiri kokoh?” tegas Abd. Jamil.

“Penataan boleh. Tapi jangan sampai uang rakyat kita bakar hanya untuk mengikuti selera. Setiap rupiah harus efektif, efisien, dan tepat sasaran,” lanjutnya.

4 Tuntutan Terbuka untuk Pemkab Morowali

FORBES tidak main-main. Mereka menagih 4 hal dan harus dijawab terang-terangan:

1. Dasar Hukum/Kajian: Studi apa yang dipakai membongkar? Di mana dokumennya?
2. Bukti Belanja Dulu: Berapa total anggaran pembangunan tugu dari era Anwar Hafid sampai Yusman Mahbub?
3. Bukti Belanja Sekarang: Berapa anggaran untuk pembongkaran dan rencana pembangunan baru?
4. Manfaat Nyata: Apa untungnya buat warga Bungku Tengah? Jangan jawab “penataan” doang.

“Jangan sampai persepsi publik benar: APBD Morowali dijadikan tempat sampah untuk uji coba kebijakan. Hari ini bangun, besok bongkar,” kata Abd. Jamil.

Kontrol Sosial Tidak Akan Mati

FORBES Morowali menutup dengan peringatan.
Mereka akan terus mengawal. Akan terus bertanya. Sampai pembangunan di Morowali benar-benar berpihak ke rakyat, bukan ke proyek.

“Ini bukan soal tugu. Ini soal komitmen. Jangan khianati uang rakyat,” tutup Abd. Jamil.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250