Bupati Absen, Massa Aksi Morowali Nginap di Kantor: “Sampai Iksan Hadir”

MOROWALI – Hingga Siang, Kantor Bupati Morowali masih dikepung. Ratusan massa dari Aliansi Peduli Morowali memutuskan nginap. Tuntutannya cuma satu: Bupati Iksan Abdul Rauf harus menemui mereka.

Tapi yang datang menemui hanyalah Asisten 1, Taher. Bupati disebut “masih ada tugas penting”.

“Kita nginap sampai malam, sampai kapan pun, sampai bupati hadir,” kata Taufik, korlap aksi, Senin (6/7/2026).

“800 Miliar Mengendap, Guru Telat Gaji 3 Bulan”

Sejak pagi suasana sudah memanas. Taufik dari Aliansi Peduli Morowali menuding Pemda gagal total.

Ia membongkar ada anggaran hibah Rp800 miliar lebih yang mengendap. “Itu bukan prestasi. Itu kegagalan nyata dalam perencanaan,” katanya.

Dampaknya berantai. Orator lain menyebut gaji guru telat 3 bulan dan baru dibayar menjelang Lebaran. “Fokus kepada bangunan tapi lupa kepada sumber daya manusianya,” sentaknya.

Di sisi lain, Korlap lainya menyindir Bupati yang sibuk “kegiatan ceremonial” seperti “nyelas, cek pagar” di medsos. Padahal di desa, petani di Bungku Tengah, Solonsa, Solonsa Jaya menjerit: BBM susah, pupuk subsidi seret, lahan beralih fungsi, dan ada dugaan tambang ilegal.

Spanduk merah dibentangkan: REALISASIKAN JANJI UNTUK RAKYAT MOROWALI #BUPATI #PEMBOHONG . Yang lain:  MOROWALI KRISIS TATA KELOLA .

10 Tuntutan, 1 Nama: Iksan
Dalam dialog dengan Asisten 1, massa membawa sekitar 10 poin tuntutan. Inti sarinya sama: benahi tata kelola dan selamatkan petani, nelayan, buruh, UMKM.

Aliansi Peduli Morowali – APM mengeluarkan sikap resmi: “Tidak akan meninggalkan Kantor Bupati Morowali sampai kapan pun sebelum Bupati Morowali Ikhsan Abdul Rauf menemui para masa aksi”.

Ancaman dilontarkan. Jika Bupati tetap menghindar, massa akan “naik ke Provinsi” untuk menuntut pertanggungjawaban moral.

“Jangan pernah sesekali menjadikan masyarakat sipil sebagai objek kegagalan pengelolaan kalian di daerah,” tegas Taufik.

“Uang rakyat harus dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat Morowali.”

Bertahan di Tengah Terik

Hingga pukul 13.00 WITA, massa masih bertahan di pelataran Kantor Bupati. Mereka membentangkan spanduk, sambil menunggu Bupati Morowali

Pemda Morowali belum memberikan pernyataan resmi terkait absennya Bupati dan 10 tuntutan massa.

Aksi ini menjadi tamparan paling keras bagi pemerintahan Iksan Abdul Rauf di masa jabatannya.

 

 

( Redaksi / Whatsapp :081371835194)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250