Example 728x250

“Stop Dulu!”: Pemilik Lahan 13,2 Ha Desak TNI-Polri Hentikan PT BJS, Minta Prabowo Copot Pembeking

MOROWALI — Kesabaran habis. Samsu Alam, pemilik sah 13,2 hektare lahan di Desa Topogaro, Bungku Barat, akhirnya angkat suara lantang.

Dalam pernyataan Sabtu (27/6/2026), Samsu mendesak seluruh instansi negara, khususnya TNI dan Polri, turun tangan menghentikan sementara aktivitas PT Bukit Jejer Sukses (BJS).

“Mereka digaji pakai uang pajak rakyat. Sekarang saatnya bekerja untuk rakyat. Hentikan dulu semua aktivitas pabrik sawit PT BJS di Topogaro,” tegas Samsu.

Alasannya satu: legalitas. Menurutnya, perusahaan masih beroperasi di atas lahannya tanpa mengantongi Hak Guna Bangunan (HGB) yang sah.

“Tidak boleh ada aktivitas di atas tanah orang lain kalau izinnya belum beres. Titik,” katanya.

Samsu tidak berhenti di level daerah. Ia langsung menyasar Istana.

“Saya mohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Hentikan perusahaan-perusahaan seperti ini. Tanpa pilih kasih. Dan pecat oknum-oknum yang selama ini membekingi,” ujarnya.

Bagi Samsu, pembiaran selama 7 tahun adalah bukti negara abai. Ia meminta Presiden bertindak tegas agar tidak ada lagi warga yang dirampas haknya.

“Ini soal keadilan. Kalau negara diam, untuk apa kami percaya?” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, PT BJS belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan penghentian dan status izin HGB.

 

 

 

 

(Yohanes / Whatsapp : 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250