“Diam Seribu Bahasa! Kadis Pendidikan Morowali Abaikan Dana 1 Miliar, 31 Murid MTs Tanjung Harapan 9 Tahun Terkurung di Tenda”

MOROWALI, SULTENG – Selama 9 tahun sejak berdiri tahun 2017, siswa MTs Tanjung Harapan, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sambori Kepulauan, Kabupaten Morowali harus berpindah-pindah tempat belajar. Dari mulai pinjam gedung desa tua, pinjam gedung pertanian, bertenda, pinjam gedung SDN Tanjung Harapan, hingga saat ini kembali bertenda dan menumpang di gedung Madrasah Diniyah Awaliyah.

Hal ini disampaikan Ihsan yang mewakili Kepala MTs Tanjung Harapan Ibu Sakiyah Samsu, S.Pd.S, Senin 07 September 2026. Menurutnya saat ini jumlah siswa aktif tercatat 31 orang dari kelas 1 sampai kelas 3. “Kami sudah dari 2017 Pak. Awal buka kami pinjam gedung desa tua Desa Tanjung Harapan, setelah itu pindah lagi pinjam gedung pertanian, selanjutnya bertenda dan pinjam gedung SDN Tanjung Harapan, sekarang sudah bertenda dan pakai gedung Madrasah Diniyah Awalnya,” ujarnya.

Ibu Sakiyah juga menyebut lahan untuk pembangunan sekolah sudah ada. Lahan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Desa Tanjung Harapan dan sudah bersertifikat khusus untuk pendidikan. Harapan sempat muncul saat Bupati Morowali, Iksan Abd Rauf meninjau langsung tempat pembelajaran dan berjanji akan membangunkan gedung yang bagus.

Ironisnya, bukti dokumen menunjukkan dana pembangunan sebenarnya sudah ada. Berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Nomor: 000.4.3.2/ /DISDIKBUD/II/2026 tanggal 26 Februari 2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Arifin Lakane, S.Pd., M.Pd, Pemda Morowali telah menyetujui dana hibah sebesar Rp 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah) untuk pembangunan MTs Tanjung Harapan. Hal ini juga tercantum dalam pos Belanja Hibah Kepada MTs Tanjung Harapan Sumber Dana DAU.

Namun faktanya hingga September 2026, belum ada dana sepeserpun yang cair. Ihsan menyebut saat proses pencairan, dana tersebut diduga dipotong sepihak menjadi 320 Juta dengan alasan laporan Kepala Desa Tanjung Harapan yang menyebut jumlah murid berkurang. “Yang saya kecewa ini sama Pak Kadis sekarang. Kok bisanya ini dikurangi anggaran yang 1 M itu. Harusnya bijaknya turun dulu Kadis menengok kami langsung jumlah muridnya berapa, jangan mendengar laporan Pak Kades,” tegas Ihsan mewakili Ibu Sakiyah.

Upaya konfirmasi terkait polemik ini telah dilakukan. Saat wartawan media ini melayangkan konfirmasi melalui via WhatsApp ke nomor 082297XX-XXXX milik Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Arifin Lakane, S.Pd., M.Pd, hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun klarifikasi terkait dana 1 Miliar untuk MTs Tanjung Harapan.

“Kami butuh sekali sebagai generasi anak bangsa mencerdaskan anak bangsa. Seharusnya kan diprioritaskanlah fasilitas pendidikan. Pokoknya kami butuh sekali gedung bagaimana anak-anak kami nyaman belajarnya,” harapnya.

Dengan adanya naskah perjanjian dan pos anggaran di APBD, publik mempertanyakan kemana tanggung jawab Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Morowali dalam merealisasikan hak 31 anak di Sambori Kepulauan yang sudah 9 tahun menunggu ruang kelas layak.

 

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250