Proyek Jembatan Polo Rp14 Miliar Jalan, Tapi Papan Proyek Tak Ada! Akses 8 Desa Bungku Barat – Bumi Raya Terganggu

MOROWALI – Proyek pembangunan jembatan Polo senilai sekitar Rp14 miliar masih berjalan. Namun di tengah proses pengerjaan, warga 8 desa di Kecamatan Bungku Barat dan Bumi Raya justru menjerit. Akses utama mereka lumpuh karena jembatan lama sudah dibongkar, sementara jembatan baru belum bisa dilalui.

Yang lebih janggal, menurut warga hingga Sabtu 18/07/2026 di lokasi tidak menemukan papan informasi proyek sama sekali.

Akses Vital Terputus, Warga Memutar Jauh Jembatan Polo adalah penghubung vital Desa Uedago, Margamulya, Wata, dan Ambunu di Kecamatan Bungku Barat dengan Desa Parilangke, Harapan Jaya, Beringin Jaya, dan Limbo Makmur di Kecamatan Bumi Raya.

Pembongkaran jembatan lama sebelum jembatan baru rampung berdampak langsung. Anak sekolah terlambat, warga sakit susah ke puskesmas, biaya angkut sembako naik, dan aktivitas ekonomi melambat.

“Kami seperti dikurung bang. Jembatan lama sudah tidak ada. Kalau mau lewat harus muter jauh atau lewat jalan tanah. Yang baru belum tahu kapan jadi,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebut namanya, Sabtu `18/07/2026`.

Proyek Rp14 Miliar, Transparansi Dipertanyakan

Sesuai aturan, setiap proyek yang menggunakan uang negara wajib memasang papan informasi. Isinya: nama kegiatan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, dan waktu pelaksanaan.

Faktanya, di lokasi proyek Jembatan Polo papan itu tidak ada. Kondisi ini membuat warga bertanya-tanya soal detail proyek dan kepastian waktu selesai.

“Ini uang rakyat Rp14 miliar. Wajar kalau kami mau tahu siapa yang kerjakan, dananya dari mana, dan selesai kapan. Masa tidak ada papan proyek sama sekali,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait mengenai progres pembangunan dan alasan belum terpasangnya papan informasi di lokasi proyek.

Tuntutan Warga: Kejelasan dan Kecepatan

Warga tidak menolak pembangunan. Mereka hanya minta 3 hal:

1. Kejelasan progres dan jadwal selesai
2. Pemasangan papan proyek sesuai aturan
3. Percepatan pekerjaan agar akses 8 desa segera normal kembali

“Kami dukung pembangunan. Tapi tolong jangan bikin kami susah. Kasih tahu kami kejelasannya,” tutup warga.

Proyek infrastruktur sebesar Rp14 miliar ini adalah ujian transparansi. Publik berhak tahu kemana uang pajak mereka mengalir.

 

 

 

 

(Redaksi / Whatsapp : 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250