Lamberea Kembali Membara: Warga Teriak “Tidak” untuk Darul Ihsan

MOROWALI — Tim verifikasi baru turun, warga sudah berdiri di pagar. Lagi-lagi. Kelurahan Lamberea, Bungku Tengah, kembali jadi panggung penolakan. Sasaran kali ini: rencana pembangunan Yayasan Darul Ihsan. Dan ini bukan drama satu hari. Sejak 2023, warga sudah bilang hal yang sama: tolak.

Kedatangan rombongan resmi dari Kesbangpol Morowali, FKUB, dan MUI hari ini seharusnya jadi tahap “verifikasi lapangan” atas berkas yang diajukan yayasan. Faktanya di lapangan: pintu tertutup. Warga tidak bergeser satu inci pun dari sikapnya.

“Sejak awal kami tolak. Titik,” kata Sahabudin Ende, warga Lamberea, tanpa basa-basi. Selasa(30/06/2026)

Alasannya klasik tapi menohok: takut keresahan, takut konflik. Warga khawatir keberadaan yayasan itu justru merobek kerukunan yang susah payah dijaga di kampung mereka. Karena itu mereka mendesak keras Pemerintah Kelurahan Lamberea: jangan kasih izin, jangan kasih rekomendasi. Jangan.

Tiga tahun, sikap yang sama

Penolakan 2023 tidak pernah dicabut. Surat, orasi, sampai menghadang tim verifikasi hari ini, semua mengerucut ke satu kata: konsisten.

Bagi warga, ini bukan soal menolak agama atau pendidikan. Ini soal rasa aman. Soal siapa yang berhak menentukan wajah sosial Lamberea ke depan. Ketika negara datang membawa berkas, warga datang membawa suara. Dan hari ini, suara warga lebih nyaring.

“Kami minta semua pihak dengar. Keputusan jangan cuma lihat kertas permohonan. Lihat kondisi sosial, keamanan, ketertiban. Jangan ganggu harmoni yang sudah ada,” tegas Sahabudin.

Pemerintah Kabupaten Morowali kini diuji: mau mendengar nadi di bawah, atau hanya membaca naskah di atas meja?

Karena di Lamberea, penolakan itu tidak pernah padam. Ia hanya menunggu untuk dinyalakan lagi.

 

 

 

 

( Redaksi / Whatsapp : 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250